Just Sharing

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Virus) yaitu sekumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh. Jadi HIV adalah virus yang menyebabkan terjadinya AIDS, sedangkan AIDS adalah sekumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia akibat virus HIV.

Penularan HIV/AIDS :
   1.     Cairan kelamin
Hubungan seksual penderita AIDS tanpa menggunakan kondom memungkinkan pasangannya tertular vurus HIV.
   2.     Cairan darah
Tranfusi darah dan transplatasi organ orang yang menderita AIDS, memungkinkan terjadinya penularan.
   3.     Jarum Suntik
Penggunaan jarum suntik secara bergantian memungkinkan terjadinya penularan virus HIV
   4.     Ibu kepada bayinya
Ibu yang positif HIV memungkin anaknya tertular virus HIV. Penularan ini terjadi pada masa kehamilan, melahirkan dan menyusui.

Resiko tertular HIV lebih tinggi jika :
·         Suka berganti-ganti pasangan
·         Tidak menggunakan kondom
·         Penggunaan jarum suntik yang tidak steril dan menggunakannya bersama-sama (sharing)

HIV tidak menular melalui :
1.      Jabat tangan dengan penderita
2.      Ciuman dengan penderita
3.      Gigitan nyamuk
4.      Menggunakan alat makan yang sama dengan penderita
5.      Berpelukan dengan penderita

Pencegahan HIV/AIDS:
1.      Abstinence     :  Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah
2.      Be Faithful    :  Setia kepada pasangan
3.      Condom         :  Menggunkan kondom saat melakukan hubungan seksual
4.      Don’t Inject   :  Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian dan tidak steril
5.      Education      :  Perbanyak membaca dan mempelajari HIV/AIDS dengan benar

Tahap – tahap perkembangan HIV
1. Tahap pertama: Periode Jendela
*      HIV masuk ke dalam tubuh, sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah
*      Tidak ada tanda – tanda  khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
*      Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini
*      Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu - 6 bulan
2. Tahap kedua: HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:
*      HIV berkembang biak dalam tubuh
*      Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat
*      Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV
*      Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)
3. Tahap ketiga: HIV Positif (muncul gejala)
*      Sistem kekebalan tubuh semakin turun
*      Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll
*      Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya
4. Tahap keempat: AIDS
*      Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah
*      Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

Tipe/Golongan HIV :
Saat ini ada dua tipe (type) HIV yaitu HIV-1 dan HIV-2. Di seluruh dunia, virus yang utama adalah HIV-1, dan umumnya bila orang terserang HIV tanpa ditentukan tipe virusnya, maksudnya adalah HIV-1. Baik HIV-1 dan HIV-2 disebarkan melalui hubungan seksual, darah, dan dari ibu-ke-bayi, serta keduanya terlihat mengakibatkan AIDS yang secara klinis tidak dapat dibedakan. Namun, HIV-1 lebih mudah disebarkan dibanding dengan HIV-2, dan jangka waktu antara penularan dan penyakit yang timbul karena HIV-2 lebih lama.

Tes HIV :
Tes HIV dapat dilakukan melalui proses VCT (voluntary counseling and testing). Tes ini bersifat sukarela dan rahasia. Tes ini bertujuan untuk mengetahui status HIV seseorang sehingga membantu orang tersebut mengambil keputusan.

Pengobatan HIV/AIDS :                               
 Sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV/AIDS. Namun dapat dihambat dengan terapi ARV yaitu mengobati infeksi HIV dengan obat Antiretroviral (ARV). Obat ini tidak dapat membunuh virus HIV, namun dapat memperlambat perkembangan virus HIV.



Sumber :
http://spiritia.or.id/art/bacaart.php?artno=1003
http://honourlady.blogspot.com/2012/11/proses-berkembangnya-virus-hiv-menjadi.html
https://ahnaffz.files.wordpress.com/2009/03/hiv-aids-dasar.ppt
https://www.youtube.com/watch?v=ZMIrNcJh_20





Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk makhluk hidup, dari makhluk mikro hingga mikro semua dipelajari dalam biologi. Cakupan ilmu biologi sangatlah luas, karena mempelajari tentang semua makhluk hidup yang ada dibumi ini tanpa terkecuali. Itulah mengapa ilmu biologi dibagi menjadi beberapa cabang, hal ini untuk memudahkan dalam mempelajarinya sehingga dalam menyelesaikan masalah terkait biologi pun lebih mudah, karena telah terbagi menjadi beberapa sub bagian. Berikut ialah cabang dari ilmu biologi : 
1.       Aerobiologi , ilmu yang mempelajari partikel organik yang dapat diangkut diposkan oleh udara
2.      Groforestri , ilmu yang mempelajari bentuk pengelolaan sumber daya yang memadukan kegiatan pengelolaan hutan atau pohon kayu-kayuan artikel baru penanaman komoditas atau tanaman jangka pendek
3.       Agronomi , ilmu yang mempelajari tentang tanaman budidaya
4.       Algologi , ilmu yang mempelajari tentang alga
5.       Anatomi atau ilmu urai tubuh , ilmu yang mempelajari tentang bagian tidak-bagian tidak tubuh
6.       Anatomi perbandingan , ilmu mengenai persamaan dan perbedaan anatomi bahasa dari makhluk hidup.
7.       Andrologi , ilmu yang mempelajari tentang macam hormon dan kelainan reproduksi pria
8.       Anestesiologi,  ilmu disiplin yang mempelajari penggunaan anestesi.
9.       Angiologi , ilmu yang mempelajari penyakit sistem peredaran darah dan sistem limfatik
10.   Antropologi biologi , ilmu yang mempelajari penelitian biologis dan budaya tentang keanekaragaman manusia,  evolusi manusia , dan pembandingan  anatomi , perilaku, sejarah, dan  ekologi  primat di masa lampau dan tangguhan
11.   Apiologi , ilmu yang mempelajari tentang lebah termasuk ternak lebah
12.   Arachnologi , ilmu yang mempelajari tentang delta-delta.
13.   Artrologi , ilmu yang mempelajari tentang sendi (penyakit sendi)
14.   Artropodologi, ilmu yang mempelajari tentang hewan artropoda
15.   Astrobiologi , studi menjabarkan yang mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta
16.   Bakteriologi , ilmu yang mempelajari tentang bakteri
17.   Batrakologi, ilmu yang mempelajari tentang amfibi
18.   Biofarmaka , ilmu yang mempelajari budidaya tanaman obat
19.   Bioinformatika , ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis
20.   Biologi air tawar, ilmu yang mempelajari kehidupan ekosistem habitat dan tawar udara
21.   Biologi evolusioner , ilmu yang mempelajari asal-usul  spesies  yang memiliki nenek moyang sama, dan penurunan spesies, serta perubahan, pertambahan, dan diversifikasinya sejalan artikel baru  waktu .
22.   Biologi integratif, ilmu yang mempelajari biota secara keseluruhan sil fokus antarmuka antara biologi dan fisika, kimia, teknik, pencitraan, dan informatika
23.   Biologi kelautan , ilmu yang mempelajari kehidupan di laut (makhluk hidup beserta interaksinya artikel baru lingkungan)
24.   Biologi konservasi, studi menjabarkan tentang pelestarian, perlindungan, dan restorasi lingkungan alam, ekosistem alami, vegetasi, satwa liar dan
25.   Biologi kuantum, ilmu yang mempelajari aplikasi untuk bahasa dari mekanika kuantum terhadap permukaan lahan biologi dan permasalahannya
26.   Biologi lingkungan, ilmu yang mempelajari lingkungan beserta permasalahan dan solusinya, artikel baru mengintegrasikan akademik ilmu fisik dan biologi
27.   Biologi molekuler , kajian biologi ib tingkat molekul
28.   Biologi pembangunan, ilmu yang mempelajari lingkungan hidup dalam, ruangan
29.   Biologi perkembangan , ilmu yang mempelajari tentang proses pertumbuhan dan perkembangan biota
30.   Biologi populasi, ilmu yang mempelajari tentang populasi biota, terutama pengaturan jumlah populasi, ciri-ciri sejarah kehidupan populasi, dan kepunahannya
31.   Biologi psikologi , ilmu yang mempelajari p engaruh timbal balik antara kepemilikan modal psikologis dan biologis terhadap satu sama lain
32.   Biologi reproduksi , cabang biologi yang mendalami tentang perkembangbiakan
33.   Biologi sintesis , ilmu yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempelajari desain dan konstruksi fungsi biologis baru negara serta sistem yang regular tidak ditemukan di alam
34.   Biokimia , kajian biologi yang mempelajari kimia makhluk hidup
35.   Biofisika . Cabang ilmu biologi yang mengkaji aplikasi untuk aneka perangkat hukum tersebut fisika dan untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi
36.   Biogeografi , cabang biologi bahasa dari yang mempelajari tentang keaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu
37.   Biomatematika, ilmu yang mempelajari penelitian kuantitatif yang disajikan dalam bahasa dari proses biologis, artikel baru penekanan mortality pemodelan
38.   Biomekanika, ilmu yang mempelajari penerapan prinsip mekanik untuk sistem biologis
39.   Bionik, ilmu yang mempelajari penerapan menggunakan metoda biologis dan sistem yang ditemukan di alam untuk penelitian dan desain sistem rekayasa dan teknologi moderen
. 40   biostatistika , (gabungan bahasa dari kata biologi artikel baru statistika, kadang-kadang dirujuk sebagai biometri atau biometrika) adalah penerapan ilmu statistika ke dalam, ilmu biologi
41.   Bioteknologi , cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, jamur, virus, dan lain-lain) maupun produk bahasa dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam, proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa
42.   Botani , ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan
43.   Bryologi , ilmu yang mempelajari tentang bryophyta
44.   Cetologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari cetacea
45.   Conchologi, ilmu pengetahuan yang mempelajari kulit moluska
46.   ​​dendrokronologi, ilmu yang mempelajari analisis cincin lingkaran tahunan ib batang berkambium
47.   Dendrologi , ilmu yang mempelajari tentang pohon maupun tumbuhan berkayu total, seperti liana dan semak
48.   Dermatologi , ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya
49.   Ekofisiologi, ilmu yang mempelajari adaptasi fisik suatu biota terhadap kondisi lingkungannya
50.   Ekologi , ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya
51.   Ekologi molekuler, ilmu yang mempelajari ekologi ib tingkat molekul
52.   Embriologi,  ilmu yang mempelajari tentang perkembangan embrio
53.   Endokrinologi , ilmu yang mempelajari tentang hormon
54.   Entomologi , ilmu yang mempelajari tentang serangga
55.   Epidemiologi , ilmu yang mempelajari tentang penularan penyakit
56.   Epigenetik, ilmu yang mempelajari perubahan dalam, ekspresi gen yang disebabkan diposkan mekanisme selain perubahan dalam, urutan dna yang mendasarinya
57.   Epizoologi, ilmu mengenai penyakit menular yang menjangkiti  hewan , biasanya hewan ternak
58.   Etnobiologi , ilmu yang mempelajari hubungan yang dinamis antara manusia, biota, dan lingkungan bahasa dari jaman pt karya cipta putra hingga sekarang
59.   Etnobotani , ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan tumbuhan
60.   Etnozoologi , ilmu yang mempelajari hubungan manusia dan hewan
61.   Etologi , cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya
62.   Eugenetika , ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
63.   Evolusi , ilmu yang mempelajari perubahan makhluk hidup dalam, jangka panjang
64.   Enzimologi , ilmu yang mempelajari tentang enzim
65.   Farmakologi , ilmu yang mempelajari obat-obatan, interaksi dan efeknya terhadap tubuh manusia
66.   Fenologi,  ilmu  yang mempelajari pengaruh  iklim  atau lingkungan sekitar terhadap penampilan suatu  biota  atau  populasi
67.   Fikologi , ilmu yang mempelajari tentang alga.
68.   Filogeni , kajian mengenai hubungan di antara nama kelompok-nama kelompok biota yang dikaitkan artikel baru proses evolusi yang dianggap mendasarinya
69.   Fisiologi , ilmu yang mempelajari tentang faal / fungsi diakui pada saat terhutang tubuh
70.   Fisioterapi , ilmu yang mempelajari tentang pengobatan terhadappenderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
71.   Fitopatologi , cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari penyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara
72.   Florikultura , ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang hias tanaman
73.   Gastrologi , ilmu yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama lambung dan usus
74.   Genetika , ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
75.   Genetika ekologi, ilmu yang mempelajari mendelism dalam, ekologi ciri-ciri
76.   Genetika evolusioner, ilmu yang mempelajari evolusi bahasa dari pewarisan sifat mahkluk hidup
77.   Genetika kuantitatif yang disajikan , cabang mendelism yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif yang disajikan atau metrik)
78.   Geobiologi, ilmu yang menggabungkan geologi pada dan biologi untuk mempelajari interaksi biota artikel baru lingkungan mereka
79.   Geriatri, ilmu yang mempelajari  penyakit  bahasa dari kaum berusia lanjut
80.   Gerontologi, ilmu yang mempelajari sil berbagai aspek terhadap proses penuaan yaitu sil pendekatan biologis, psikologis, sisial, ekonomi, kesehatan dan lingkungan
81.   Genetika , ilmu yang membahas transmisi bahan genetik ib ranah populasi
82.   Genetika kuantitatif yang disajikan, cabang mendelism yang membahas pewarisan sifat-sifat terukur (kuantitatif yang disajikan atau metrik), yang regular tidak bisa dijelaskan secara langsung sil hukum tersebut pewarisan mendel
83.   Genetika molekuler , cabang mendelism yang mengkaji bahan genetik dan ekspresi genetik di tingkat subselular (di dalam, sel)
84.   Genetika populasi, ilmu yang mempelajari transmisi bahan genetik ib ranah populasi
85.   Ginekologi , ilmu yang khusus mempelajari penyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium)
86.   Genomika , ilmu yang mempelajari tentang bahan genetik bahasa dari suatu biota atau virus
87.   Helminthologi, ilmu yang mempelajari tentang cacing
88.   Hematologi , ilmu yang mempelajari darah, pembentuk organ darah dan penyakitnya
89.   Herbakronologi, ilmu yang mempelajari analisis cincin pertumbuhan tahunan (atau cincin sederhana tahunan) dalam, xilem akar tanaman herba sekunder
90.   Herpetologi , ilmu yang mempelajari reptilia dan ampibia (ular dan kadal)
91.   Histologi , ilmu yang mempelajari tentang vehicles
92.   Histopatologi, cabang  biologi  yang mempelajari kondisi dan fungsi  vehicles  dalam, hubungannya artikel baru  penyakit
93.   Higiene , ilmu yang mempelajari tentang kesehatan makhluk hidup
94.   Hortikultura , i lmu pertanian yang mempelajari budidaya tanaman bahasa dari proses menanam wire color kawat warna pasca panen yang meliputi tanaman sayur, buah-buahan, dan tanaman hias
95.   Hortikultura lanskap , ilmu hortikultura yang  khusus  membahas tentang pemanfaatan tanaman hortikultura, terutama  tanaman hias dalam, penataan lingkungan
96.   Ikhtiologi , ilmu yang mempelajari tentang ikan
97.   Ilmu gulma , saya lmu yang mempelajari gulma, perilakunya, dan pengendaliannya
98.   Ilmu kedaruratan medis, ilmu yang mempelajari pertolongan nuvifone ib suatu penyakit
99.   Ilmu kedokteran forensik, ilmu yang memanfaatkan ilmu kedokteran untuk kepentingan penegakan hukum tersebut
100. Ilmu kedokteran gigi , ilmu mengenai pencegahan dan perawatan penyakit atau kelainan mortality  gigi  dan mulut sil tindakan tanpa atau artikel baru pembedahan
101. Ilmu kedokteran hewan, ilmu yang checklists memverifikasi daftar prinsip-prinsip ilmu kedokteran, diagnosis, dan terapi mortality hewan
102.  Ilmu kedokteran molekuler, ilmu kedokteran yang mengkaji tingkat molekul
103.  Ilmu kesehatan 'masyarakat, ilmu yang mempelajari pemeliharaan, perlindungan, dan peningkatan kesehatan 'masyarakat sil revenue-revenue pengorganisasian' masyarakat
104.  Ilmu pemuliaan , ilmu yang mempelajari kegiatan manusia dalam, memelihara tumbuhan atau hewan untuk menjaga kemurnian galur atau ras sekaligus memperbaiki produksi atau kualitasnya sil penerapan mendelism
105.   Ilmu produksi ternak, ilmu yang mempelajari perawatan ternak artikel baru benar dalam, rangka meningkatkan kualitas bahasa dari produk ternak tersebut
106.   Ilmu teknologi enzim, ilmu yang mempelajari tentang teknologi yang dapat digunakan untuk menghasilkan enzim
107.   Imunohematologi, ilmu yang mempelajari tentang golongan darah
108.   Imunologi , ilmu yang mempelajari tentang sistem kekebalan (imun) tubuh
109. Imunoserologi, ilmu yang mempelajari i dentifikasi terhadap  antibodi ,  investigasi masalah sistem kekebalan tubuh, dan mempelajari kecocokan organ untuk transplantasi
110. Informatika kedokteran, ilmu yang berurusan artikel baru penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi, serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
111. Kardiologi , ilmu yang mempelajari tentang jantung dan pembuluh darah
112. Karsinologi , ilmu yang mempelajari tentang crustacean
113. Kladistika, ilmu yang mempelajari menggunakan metoda klasifikasi spesies biota ke dalam, nama kelompok yang terdiri bahasa dari biota nenek moyang dan * semua keturunannya
114. Klimatologi , ilmu yang mempelajari gambaran dan penjelasan sifat iklim, mengapa iklim di berbagai tempat di bumi berbeda, dan bagaimana kaitan antara iklim dan artikel baru aktivitas manusia
115. Kriobiologi, tentang penyusunan tugas bahan dan sistem biologis artikel baru suhu dibawah biasa
116.   Kriptozoologi, ilmu yang mempelajari pencarian hewan yang keberadaannya belum terbukti
117. Kronobiologi, ilmu yang mempelajari fenomena dalam, mahkluk hidup secara periodik dan adaptasi mereka terhadap ritme bulan dan matahari
118.   Likenologi, ilmu yang mempelajari lumut, simbiosis biota terdiri bahasa dari asosiasi simbiosis akrab bahasa dari alga mikroskopis artikel baru jamur filamen.
119. Limnologi , ilmu yang mempelajari tentang rawa
120.  Malakologi , ilmu yang mempelajari tentang moluska
121.  Mamologi , ilmu yang mempelajari tentang mamalia
122. Mellisopalinologi, ilmu yang mempelajari serbuk sari yang terkandung dalam, madu dan sumber serbuk sari tersebut
123. Metabolomika , kajian biologi molekul, dalam, yang memusatkan perhatian ib keseluruhan produk proses enzimatik yang terjadi di dalam, sel
124. Mikobiologi , ilmu yang mempelajari tentang jamur
125.   Mikrobiologi , ilmu yang mempelajari tentang biota mikro
126.   Mikrobiologi kedokteran, studi menjabarkan mikroorganisme termasuk bakteri, virus, jamur parasit dan yang penting bagi medis dan mampu menyebabkan penyakit ib manusia.
127.   Miologi , ilmu yang mempelajari tentang otot
128.   Mirmekologi , ilmu yang mempelajari tentang rayap
129.   Morfologi , ilmu yang mempelajari tentang bentuk atau ciri luar biota
130.   Nasofaringologi, ilmu yang mempelajari tentang nasofaring
131. Nematologi , ilmu yang mempelajari tentang nematoda
132.   Nefrologi , cabang medis intern yang mempelajari fungsi dan penyakit ginjal
133. Neufarmakologi, ilmu yang mempelajari narkoba yang mempengaruhi fungsi seluler sistem di dalam, saraf
134. Neuroethologi, ilmu yang mempelajari kebiasaan hewan beserta saraf yang berperan aktif dalam, mengendalikan kebiasaan tersebut
135. Neurologi , ilmu yang menangani penyimpangan ib sistem saraf
136. Neurosains, ilmu yang mempelajari sistem saraf atau sistem neuron
137.  Neurosains evolusioner, ilmu yang mempelajari evolusi dan sejarah alami struktur dan fungsi sistem saraf
138. Nosologi, ilmu yang mempelajari bagian tidak pengelompokan penyakit untuk tujuan tertentu
139. Nutrisi, ilmu yang mempelajari penyediaan bahan yang diperlukan (dalam, bentuk makanan) untuk mendukung kehidupan sel dan biota
140. Obstetri , i lmu kedokteran yang berhubungan artikel baru persalinan, hal-hal yang mendahuluinya dan gejala-gejala sisanya
141. Oftalmologi , ilmu yang mempelajari tentang mata (penyakit mata)
142.   Olerikultura , ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang sayur
143.   Onkologi , ilmu yang mempelajari tentang kanker dan cara pencegahannya
144. Ontogeni , ilmu yang mempelajari tentang perkembangan makhluk hidup bahasa dari zigot menjadi dewasa
145. Ornitologi , ilmu yang mempelajari tentang burung
146.  Organologi , ilmu yang mempelajari tentang organ
147. Ortodonti , ilmu kedokteran gigi yang berhubungan artikel baru faktor variasi genetik, pertumbuhkembangan dan bentuk wajah serta cara faktor tersebut mempengaruhi oklusi gigi dan fungsi organ di sekitarnya.
148. Ortopedi, ilmu yang mempelajari cedera akut, kronis, trauma dan, serta gangguan berbaring mortality sistem muskuloskeletal
149. Oseanografi, ilmu yang mempelajari tentang laut, termasuk kehidupan laut, lingkungan, geografi, cuaca, dan aspek berbaring yang mempengaruhi laut
150. Osteologi , ilmu yang mempelajari tentang tulang
151. Otolaringologi, ilmu yang mempelajari diagnosis meneliti dan pengobatan penyakit telinga, hidung, tenggorokan, serta lurah dan leher.
152. Otologi, ilmu yang mempelajari tentang telinga dan kelainannya serta restated mikro telinga.
153.    Palaentologi , ilmu yang mempelajari tentang fosil
154. Paleobotani , ilmu yang mempelajari tumbuhan masa lampau
155.  Paleozoologi , ilmu yang mempelajari tentang hewan purba
156.   Palinologi , ilmu yang mempelajari polinomorf yang ada saat suami dan fosilnya, diantaranya serbuk sari, sepura, dinoflagelata, kista, acritarchs, chitinozoa, dan scolecodont, bahan bersama artikel baru partikel organik dan kerogen yang terdapat mortality sedimen dan batuan sedimen
157. Parasitologi , ilmu yang mempelajari tentang parasit
158. Patologi,  ilmu yang mempelajari tentang penyakit
159. Patologi anatomi , ilmu yang mempelajari kelainan struktur mikroskopik dan makroskopik berbagai organ dan vehicles yang disebabkan penyakit atau proses total
160. Patologi klinik , ilmu yang mempelajari kelainan yang terjadi ib berbagai fungsi organ atau sistem organ
161.   Pediatri , ilmu yang mempelajari masalah penyakit ib bayi dan anak
162.   Penelitian biomedis, adalah ilmu penelitian ditempatkan dan disetor, terapan, atau translasi yang dilakukan untuk membantu dan mendukung pengetahuan di kepemilikan modal kedokteran
163. Perinatologi , ilmu yang mempelajari kesehatan janin dalam, kandungan dan kesehatan bayi yang baru negara lahir
164.  Periodonti , i lmu mempelajari aspek  klinis  bahasa dari vehicles yang mendukung gigi
165.   Planktologi, ilmu yang mempelajari tentang plankton
166. Pomologi , ilmu hortikultura yang mempelajari segala hal tentang buah
167. Primatologi , ilmu yang mempelajari tentang primata
168. Proktologi, ilmu yang mempelajari gangguan mortality rektum, anus, dan usus besar
169. Proteomika , kajian secara molekul, terhadap keseluruhan protein yang dihasilkan bahasa dari ekspresi gen di dalam, sel.
170. Protozoologi , ilmu yang mempelajari tentang protozoa
171. Psikiatri , ilmu kedokteran jiwanya
172. Pteridologi , ilmu yang mempelajari tentang tumbuhan paku
173. Pulmonologi , ilmu yang mempelajari tentang paru-paru
174. Radiologi , ilmu untuk melihat bagian tidak dalam, tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi geombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
175. Reumatologi , ilmu yang ditujukan untuk diagnosis dan terapi kondisi dan penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang
176. Rekayasa genetika , ilmu yang mempelajari tentang sifat genetis manipulasi
177. Rematologi, ilmu yang mempelajari diagnosis dan terapi penyakit rematik
178.   Rodentiologi , ilmu yang mempelajari tentang rodentia
179.   Sitologi , ilmu yang mempelajari tentang sel
180.   Sanitasi , ilmu yang mempelajari tentang kesehatan lingkungan
181. Simbiologi, ilmu yang mempelajari hubungan simbiosis antar mahkluk hidup
182. Sindesmologi, ilmu yang mempelajari tentang sendi
183. Sosiobiologi , b idang studi menjabarkan ilmiah yang didasarkan ib asumsi bahwa perilaku sisial telah dihasilkan bahasa dari evolusi dan upaya untuk menjelaskan dan memeriksa perilaku sisial dalam, konteks tersebut
184. Stomatologi, ilmu yang mempelajari mulut beserta penyakit-penyakitnya
185. Taksonomi , ilmu yang mempelajari tentang sistematika makhluk hidup
186. Teknik biokimia , cabang ilmu bahasa dari teknik kimia yang berhubungan artikel baru perancangan dan konstruksi proses produksi yang melibatkan agen biologi
187. Teknik biomedis, ilmu yang mempelajari prinsip teknis untuk praktik kedokteran
188. Teratologi  adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan formasi bahasa dari sel, vehicles, dan organ yang dihasilkan bahasa dari perubahan fisiologi dan biokimia.
189. Toksikogenomik, ilmu pengumpulan, interpretasi, dan penyimpanan informasi tentang gen dan aktivitas protein dalam, vehicles tertentu bahasa dari suatu biota dalam, menanggapi sas beracun.
190. Toksikologi , pemahaman mengenai pengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi biota hidup.
191. Transkriptomika , bagian tidak bahasa dari biologi molekul, yang mengkaji tentang produk transkripsi secara keseluruhan (transkriptom)
192.   Traumatologi, ilmu yang mempelajari luka, terapi bedah, maupun perbaikan kerusakannya
193.   Urologi , cabang ilmu kedokteran yang mencakup ginjal dan saluran kemih mortality pria dan wanita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi mortality pria
194. Veneorologi , ilmu yang mempelajari penyakit menular seksual
195. Virologi , ilmu yang mempelajari tentang virus
196. Viscerologi, ilmu yang mempelajari dalam, organ
197.   Xenobiologi, ilmu pengetahuan spekulatif tentang adanya makhluk hidup selain di bumi
198.   Zoologi , ilmu yang mempelajari tentang hewan
199.   Zoologi perbandingan, ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan antar hewan
200.   Zoosemiotik, ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar hewan



Langganan: Komentar ( Atom )

LATEST POSTS

  • Fabel
    Anak kodok lan anak lembu                     Ing satengahing suketan sing  jembar,ana kolam  sing dipanggoni karo puluhan kodok....
  • Hemofilia
        Hemofilia adalah kelainan perdarahan yang disebabkan adanya kekurangan salah satu faktor pembekuan darah.Hemofilia terdiri dari d...
  • Bunga
    a)         Fungsi bunga Bunga adalah bagian tumbuhan yang berfungsi untuk melakukan p...
  • Ginjal
    Ginjal adalah alat eksresi yang utama.Didalam tubuh manusia terdapat sepasang ginjal yang terletak rongga perut bagian belakang,disebelah k...
  • Macam - macam adonan
    1 1.                Adonan pasir Adonan pasir adalah adonan yang proses pembuatannya menggunakan  dua buah pisau yang dicincang – ...
  • Organisme makhluk hidup
    1 1. Sel Sel hewan Sel tumbuhan Sel adalah satuan terkecil dari makhluk hidup.Satuan terkecil te...
  • Besaran & satuan
    Besaran A.       Besaran pokok Besaran pokok adalah besarannya yang satuannya didefinisikan terlebih dahulu dan tidak dapat dijabarkan ...
  • Kretinisme
                                  Kretinisme adalah suatu kelainan hormonal pada anak – anak.Ini terjadi akibat kurangnya hormon tiroid.P...
  • Resep Kue kering
    KUE KERING KELAPA Bahan : 350 gr tepung terigu 350 gr gula kaster 300 gr Margarin/mentega 3 butir kuning telur 1 butir k...
  • Bangun ruang sisi lengkung
                                                                       TABUNG  Tabung adalah bangun ruang yang dibatasi oleh 3 sisi y...

Blogger templates

Categories

B.Indonesia B.Inggris B.Jawa Biologi Cerpen Fisika Health IPS Kimia Matematika Resep Sejarah Tata busana

Blog Archive

  • Oktober 2015 (1)
  • Agustus 2014 (1)
  • Juli 2014 (1)
  • Mei 2014 (2)
  • Maret 2014 (1)
  • Februari 2014 (4)
  • Januari 2014 (6)
  • Desember 2013 (14)
  • November 2013 (8)
Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Nur
Lihat profil lengkapku

Translate

Copyright 2014 Just Sharing.
Designed by OddThemes